Ridwan Kamil Klaim Sudah Endemi Jika Hal ini Tidak Terjadi

Ridwan Kamil Klaim Sudah Endemi Jika Hal ini Tidak Terjadi - GenPI.co JABAR
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir meninjau Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di Kabupaten Sumedang, Minggu (24/4/2022). ANTARA/HO-Humas Pemda Jabar

GenPI.co Jabar - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil belum mengetahui apakah ada pengaruh terhadap peningkatan kasus COVID-19 usai mudik Lebaran 2022.

Menurut Ridwan Kamil, ada atau tidaknya peningkatan kasus COVID-19 akan terlihat dalam 14 hari ke depan.

"Saya enggak bisa jawab sekarang apakah ada kenaikan imbas diperbolehkannya mudik ini karena polanya tidak begitu. Menurut teori, kehebohannya hari ini lalu data kasusnya terlihat 14 hari kemudian," ujarnya di Pos Terpadu Mudik Lebaran Limbangan Garut, Jumat (6/5/2022), dikutip dari laman resmi Pemprov Jabar.

BACA JUGA:  Disindir Ridwan Kamil Soal GBLA, Yana Mulyana Beri Jawaban Elegan

Meski kini kasus COVID-19 sudah melandai, dia akan tetap waspada selama satu bulan ke depan dengan mengantisipasi kenaikan kasus positif.

Namun selama periode mudik dan arus balik Lebaran ini, Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil melihat masyarakat cukup disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

BACA JUGA:  Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Sindir Pemkot Bandung Soal GBLA

Salah satunya adalah penggunaan masker dan tingginya antusiasme warga dalam mengikuti program vaksinasi selama Lebaran.

"Kami tetap akan bersiaga selama sebulan ke depan. Saya lihat ketaatan masyarakat juga masih tinggi," kata Kang Emil.

Sampai Jumat (6/5), dia menyebut, tingkat keterisian rumah sakit pasien COVID-19 di Jabar tergolong sangat rendah yakni 0.8 persen.

BACA JUGA:  Terkait Hepatitis Misterius, Ridwan Kamil Masih Menunggu Arahan

"Per hari ini BOR rumah sakit terpantau hanya 0,8 persen, sangat kecil," ucap Kang Emil.

Menurut Gubernur Jabar, jika pascalibur Lebaran angka kasus COVID-19 tidak naik secara signifikan dan masih landai, maka transisi menuju endemi akan semakin jelas.

"Kalau setelah 14 hari dari hari Lebaran kasus tetap landai, maka saya boleh klaim berarti sudah endemi," sebut Kang Emil.

"Sudah terjadi kepadatan yang luar biasa, tapi kasus COVID-19-nya tidak naik atau naik tidak signifikan karena tidak ada varian baru ditambah BOR rendah saat mudik," imbuhnya. (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Berita Selanjutnya