
Adapun barang-barang yang didapatkan, dia menyebut berasal dari hasil jual beli dengan pemilik mobil atau showroom.
Sedangkan penjualan, lanjut dia, dilakukan secara offline di toko dan juga melalui beberapa tempat jual beli online.
“Di sini kan yang jual tape banyak banget, mungkin ada sampai 25 toko. Strategi saya sih lebih ditonjolkan pemasaran onlinenya melalui aplikasi. Dari situ, jujur kebantu banget penjualannya,” katanya.
BACA JUGA: Tak Perlu ke Cappadocia, Di Subang Juga Ada Wisata Balon Udara
Selain itu, pihaknya pun menyediakan jasa pemasangan di kediaman konsumen.
“Di DND Audio bisa dipanggil untuk pemasangannya, pernah waktu itu saya ke karawang hanya sekadar memasangkan tape saja,” tambah Devin.
BACA JUGA: Promo Hotel di Puncak Bogor yang Dekat dengan Objek Wisata
Berbicara keuntungan, DND Audio bisa meraup minimal Rp20 juta untuk setiap bulannya.
“Saya dari dulu jualan enggak pernah menjaminkan sesuatu kepada konsumen. Biar mereka puas dan berlangganan. Palingan kalau elektronik itu garansi perbaikannya 1 tahun,” tuturnya.
BACA JUGA: Aturan Vaksin Booster Diprotes Pengelola Wisata di Bandung
Konsumen pun memiliki banyak pilihan harga yang bisa disesuai dengan isi kantongnya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News