
GenPI.co Jabar - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan sekitar 180.000 vaksin Covid-19 di Jabar nyaris kedaluwarsa. Masa berlakunya hanya tinggal beberapa bulan lagi.
Namun, pihaknya optimis tidak ada vaksin Covid-19 kedaluwarsa di Jawa Barat karena kecepatan vaksinasi di wilayahnya mencapai 150.000-200.000 dosis per harinya.
“Rata-rata vaksin AstraZeneca dan Pfizer. Jawa Barat tidak sebanyak provinsi-provinsi lainnya di Jawa. Jabar hanya 180.000,” ujar Emil—sapaan akrab Ridwan Kamil—Senin (3/1).
BACA JUGA: Pengembangan Wisata Curug di Cianjur Didukung Pemprov Jabar
Emil memaparkan, salah satu cara agar tidak ada temuan vaksin Covid-19 kedaluwarsa adalah dengan mempercepat vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun.
"Jika terlalu mepet, maka kami akan berikan sebagai booster. Tapi booster-nya hanya bagi tenaga kesehatan dan TNI/Polri. Ini sebagai benteng tambahan kepada mereka yang bertugas mencegah Covid-19 di garda terdepan," katanya.
BACA JUGA: Pemprov Jabar Serap Anggaran 95,51 Persen Per 2021
Dia menambahkan, tidak ada vaksin booster untuk pejabat kepala daerah dan pejabat daerah.
“Fokusnya tetap ke anak usia 6-11 tahun sebagai objek baru,” ujarnya.
BACA JUGA: Ibrahim Tompo Menjabat Kabid Humas Polda Jabar
Capaian vaksinasi Covid-19 di Jawa Barat sudah mencapai 77 persen per Senin (3/1) atau awal tahun 2022.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News