
Jumlah itu terdiri dari 1.038 RW, 461 kelurahan atau desa, 237 kecamatan, 25 Kota dan Kabupaten.
"Hingga saat ini, minyak goreng yang sudah dipesan warga dan terverifikasi mencapai 97.681 liter," kata Kang Emil.
Dia melanjutkan, PT Agro Jabar yang menjadi mitra Pemprov Jabar dalam melakukan distribusi mengirimkan minyak goreng curah ini ke Kota Bandung, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Bogor.
BACA JUGA: Mau Mudik Idulfitri tapi Belum Booster? Ridwan Kamil Beri Solusi
"Soal harga tetap kami jaga agar rakyat tetap bahagia. Harganya Rp 14 ribu per liter untuk sampai rumah masing-masing," ucapnya.
Program ini, lanjut dia, merupakan upaya pemerintah daerah agar masyarakat tak perlu melakukan antre untuk mendapat minyak goreng curah bersubsidi.
BACA JUGA: Warga Kabupaten Bogor Sambut Baik Program Sapawarga, Ini Buktinya
"Untuk urusan supply-demand memang bukan tupoksi pemerintah daerah. Tetapi hal ini untuk memberikan solusi, sehingga tak harus ngantre panjang dan ada kejadian sampai pingsan. Itulah yang menjadi kegelisahan saya sebagai pemimpin," ungkap Kang Emil.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Iendra Sofyan mengungkapkan ada aturan khusus bagi siapapun yang ingin membeli minyak gorang curah bersubsidi melalui aplikasi Sapawarga.
BACA JUGA: Pengakuan Ridwan Kamil Soal Minyak Goreng Curah
Iendra menjelaskan, setiap kepala keluarga hanya berhak untuk membeli minyak goreng curah di aplikasi Sapawarga, dua kali dalam sebulan.
Artikel ini sudah tayang di JPNN.com dengan judul: Pegiriman Minyak Goreng Pesanan 'Pemirsa Budiman' Mulai Disalurkan
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News