
GenPI.co Jabar - Jumlah kasus Immunodeficiency Virus dan Acquired Immune Deficiency Syndrome atau HIV dan AIDS di Kota Bogor meningkat selama periode Januari-September 2022 dibanding tahun lalu.
Data Pemkot Bogor, pada 2021 kasus HIV di Kota Bogor mencapai 5.750, sedangkan AIDS mencapai 1.851 kasus.
"Pada periode Januari-September 2022 angka kasus HIV di Kota Bogor mencapai 6.058 kasus dan AIDS 1.865 kasus," ujar Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim dikutip dari JPNN Jabar, Selasa (6/12).
BACA JUGA: Jadwal Bioskop Bogor 4 Desember 2022: Qorin dan The Menu Tayang Hari ini
Dedie menjelaskan, sampai akhir Juni 2022 sekitar 85 persen Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) ada di usia produktif, yaitu 20-49 tahun.
Wakil Wali Kota Bogor pun mengingatkan untuk terus melakukan edukasi tentang bahaya HIV/AIDS terutama pada anak-anak.
BACA JUGA: Pemkot Bogor Munculkan Wacana Konversi Angkot BBM ke Listrik
"Ini menyangkut kepada kualitas sumber daya manusia, kalau kita tidak melakukan upaya-upaya pencegahan dan pendeteksian dini maka kita semua akan kecolongan," katanya.
Karena itu, penting untuk melakukan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya remaja. Pasalnya, pada usia tersebut tergolong rentan tertular HIV atau AIDS.
BACA JUGA: Longsor, Kendaraan Besar Tak Bisa Melintas Jalan Raya Bogor-Sukabumi
Pergaulan bebas dapat meningkatkan risiko tertular HIV atau AIDS. "Anak-anak ini adalah calon generasi emas Indonesia mendatang. Harusnya mereka adalah salah satu calon pemimpin-pemimpin bangsa," ujarnya.
Artikel ini sudah tayang di JPNN.com dengan judul: Astagfirullah, 7.923 Kasus HIV & AIDS Terjadi di Kota Bogor Sepanjang Tahun Ini
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News