
GenPI.co Jabar - Kelangkaan minyak goreng yang masih terjadi sampai saat ini membuat Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat, Iendra Sofyan, merasa geram dan kesal.
"Untuk minyak goreng, tidak ada perkembangan yang lebih baik," kata Iendra Sofyan saat ditanyakan tentang hasil evaluasi operasi pasar murah minyak goreng oleh wartawan, di Bandung, Rabu. (9/3/2022).
Iendra mengungkapkan, Pemda sudah menggelar Operasi Pasar (OP) minyak goreng di sejumlah pasar tradsional dan ritel moderen yang ada di Jawa Barat, hampir satu bulan terakhir.
BACA JUGA: Gerakan Antikorupsi Masuk Sebagai Mata Pelajaran di Jabar
Namun kenyataannya, hal itu belum bisa mengatasi harga serta suplai minyak goreng yang menjadi persoalan di lapangan hingga saat ini.
Bahkan, Iendra mengaku selalu mengadakan rapat evaluasi membahas minyak goreng dengan stakholder terkait mulai dari kabupaten/kota hingga aparat, dua hari sekali.
BACA JUGA: Persib Bandung Semakin Dekat untuk Jadi Juara Liga 1 2021/2022
Ternyata apa yang sudah diupayakan selama ini, kata Iendra, belum membuahkan hasil karena di lapangan kondisi belum berubah.
Masyarakat masih kesulitan mencari minyak goreng dan pasokan yang sudah dikirimkan ke pasar maupun ritel sangat cepat habis.
BACA JUGA: Stadion Pakansari kekurang Anggaran Perawatan, Kok Bisa Ya
Padahal Kemendag meyakni bahwa minyak goreng yang dikirmkan ke tengah-tengah masyarakat sudah banyak.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News