
GenPI.co Jabar - Demo penolakan RKUHP di DPRD Jawa Barat berakhir ricuh, Kamis (15/12) malam. Aksi tersebut juga sempat diwarnai pelemparan bom molotov ke arah halaman gedung.
Akibatnya, puluhan mahasiswa ditangkap pihak kepolisian dalam aksi tersebut.
Perwakilan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Berani Hadapi, Putri mengatakan, para mahasiswa yang diamankan tersebut saat ini tengah menjalani pemeriksaan oleh polisi di Mapolrestabes Bandung.
BACA JUGA: DPRD Jabar Tegur Ridwan Kamil dan Uu, Ineu: Pemprov Harus Serius
Tak hanya mahasiswa, ada dua orang sipil yang juga diangkut kepolisian. Totalnya 31 orang diamankan.
Putri menyebutkan, mahasiswa tersebut diamankan kepolisian saat sedang demo masih berlangsung.
BACA JUGA: CCTV di Gedung DPRD Jabar yang Terbakar Langsung Diamankan Polisi
"Kronologisnya itu ada berbagai versi, cuma yang saya tahu mereka kesapu sama aparat jadi tidak sempat untuk lari," kata Putri, Jumat (16/12).
Setelah itu, banyak rekan-rekan pendemo yang kemudian meminta bantuan LHB. "Ada tiga LBH yang mendampingi, pertama LBH Bandung, LBH Berani Hadapi, dan PBHI Jabar," katanya.
BACA JUGA: DPRD Jabar Buka Suara Terkait Bullying Siswa SD di Tasikmalaya
Hingga pukul 10.00 WIB, LBH Berani Hadapi masih mendampingi sejumlah mahasiswa di Polrestabes Bandung. "Tadi pagi sampai jam 4 pagi ada tiga-tiganya, sekarang sisa saya sama dari teman-teman kampus," ujarnya.
Artikel ini sudah tayang di JPNN.com dengan judul: Begini Nasib Puluhan Mahasiswa yang Ditangkap Polisi Pascakerusuhan Demo Tolak KUHP
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News